HADITS YANG BERKAITAN DENGAN HIJAMAH (BEKAM)

Table of Contents


Ada  suatu  pertanyaan  ‘asing’  yang  mesti  kita  jawab  dan  renungkan:  “Apakah  Anda

pernah  mendengar  istilah  bekam  (hijamah)?  Apakah  Anda  pernah  dibekam?  Berbahagialah apabila Anda menjawab,  “pernah”.  Sayangnya,  menurut  sebuah survei,  sebagian  besar kaum muslimin belum pernah mendengar istilah bekam apalagi yang pernah dibekam.Kenyataan ini sungguh memprihatinkan. Sebab bekam sudah dikenal ribuan tahun yang lalu, bahkan sejak zaman Nabi Musa AS, dan dikukuhkan syariatnya pada zaman  Rasulullah SAW, akhirnya berkembang ke seluruh dunia hingga saat ini.

Kaum muslimin jarang sekali yang mau mendalami ilmu kedokteran warisan Rasulullah

SAW yang sangat lengkap. Di antara sebagian kedokteran Nabi SAW yang dilupakan itu adalah bekam. Sebaliknya dunia barat terus melakukan penelitian tentang bekam, yang akhirnya mereka terapkan  dalam kehidupan  sehari-hari,  walaupun  mereka  tidak  mengakuinya  sebagai warisan Rasulullah SAW.

Orang-orang   beriman  baik  laki-laki  maupun  perempuan   pasti  sangat  rindu   ingin mendengar Sunnah Nabi SAW, khususnya yang telah dilupakan (sunnah matrukah).  Sekarang mulai  tampak  banyak  orang menyaksikan  langsung  mukjizat  kesembuhan  dengan  mengikuti salah satu Sunnah Nabi SAW, yaitu pengobatan dengan bekam dalam mengatasi penyakit yang sulit disembuhkan oleh para dokter.

Setiap muslim tahu bahwa hadits-hadits Nabi SAW tidak pernah berubah atau berganti,

karena ia merupakan wahyu dari Allah SWT, sedangkan wahyu telah berhenti turun sejak Nabi SAW wafat dan agama telah sempurna. Maka hadits-hadits Nabi SAW yang menyangkut metode pengobatan  dengan  bekam,  keutamaannya,  hari-hari  pelaksanaannya,  dan  sebagainya  adalah bersifat tetap tidak berubah.

Dengan  maksud  dakwah  dan  tabligh  agar  kaum  muslimin  mengetahui  seluk  beluk

thibbun nabawi, maka perlu disampaikan di sini hadits-hadits yang berkaitan dengan bekam.

 

HADITS KEUTAMAAN DAN MANFAAT BEKAM

Sesungguhnya cara pengobatan paling ideal yang kalian pergunakan adalah hijamah (bekam) (Muttafaq ‘alaihi, Shahih Bukhari (no. 2280) dan Shahih Muslim (no. 2214)

 

Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah al hijamah (HR. Ahmad, shahih).

 

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya pada bekam itu terkandung kesembuhan.” (Kitab Mukhtashar  Muslim (no. 1480), Shahihul  Jaami’  (no. 2128) dan Silsilah  al-Hadiits  ash- Shahiihah (no. 864), karya Imam al-Albani)

 

Dari Ashim bin Umar bin Qatadah RA, dia memberitahukan bahwa Jabir bin Abdullah RA pernah menjenguk al-Muqni’ RA, dia bercerita: “Aku tidak sembuh sehingga aku berbekam, karena  sesungguhnya  aku  pernah  mendengar  Rasulullah  SAW  bersabda:  ‘Sesungguhnya didalamnya  terkandung  kesembuhan’.”  (HR.  Ahmad,  Bukhari,  Muslim,  Abu  Ya’la,  al- Hakim, al-Baihaqi)

 

Kesembuhan  bisa  diperoleh  dengan  3  cara  yaitu:  sayatan  pisau  bekam,  tegukan  madu,

sundutan api. Namun aku tidak menyukai berobat dengan sundutan api  ( HR. Muslim).

 

Penyembuhan  terdapat  dalam  tiga  hal,  yakni  meminum  madu,  sayatan  alat  bekam,  dan sundutan  dengan  api.  Dan  aku  melarang  umatku  berobat  dengan    sundutan  api.  (HR. Bukhori)

 

Dari Uqbah bin Amir RA, Rasulullah SAW bersabda: “ Ada 3 hal yang jika pada sesuatu ada kesembuhan,  maka kesembuhan  itu ada pada sayatan alat bekam atau minum  madu atau membakar bagian yang sakit. Dan aku membenci pembakaran (sundutan api) dan tidak juga menyukainya.” (HR. Ahmad dalam Musnad-nya)

 

Dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW bersabda: “Jika ada suatu kesembuhan pada obat-obat kalian maka hal itu ada pada sayatan alat bekam.” Beliau bersabda: “Atau tegukkan madu.” (Kitab Kasyful Astaar ‘an Zawaa-idil Bazar,karya al-Haitsami, III/388)

 

Dari Ibnu Abbas RA, Nabi SAW bersabda: "Orang yang paling baik adalah seorang tukang bekam  (Al  Hajjam)  karena  ia  mengeluarkan  darah  kotor,  meringankan  otot  kaku  dan mempertajam pandangan mata orang yang dibekamnya." (HR. Tirmidzi, hasan gharib).

 

Jika pada sesuatu yang kalian pergunakan untuk berobat itu terdapat kebaikan, maka hal itu adalah berbekam (Shahih Sunan Ibnu Majah, karya Syaikh Al-Albani (II/259), Shahih Sunan Abu Dawud, karya Syaikh Al-Albani (II/731)).11. Dari  Anas  bin  Malik  RA,  Rasulullah  SAW  bersabda:  “Kalian  harus  berbekam   dan menggunakan al-qusthul bahri." (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, dan an-Nasai dalam kitab as-Sunan al-Kubra no. 7581).

 

Dari Abdullah bin Mas’ud RA, dia berkata: “Rasulullah SAW pernah menyampaikan sebuah

hadits tentang malam dimana beliau diperjalankan  bahwa beliau tidak melewati  sejumlah malaikat    melainkan    mereka    semua    menyuruh    beliau   SAW   dengan    mengatakan:

‘Perintahkanlah  umatmu  untuk berbekam’.”  (Shahih  Sunan at-Tirmidzi,  Syaikh  al-Albani

(II/20), hasan gharib).

 

Pada malam aku di-isra'kan,  aku tidak melewati  sekumpulan  malaikat melainkan  mereka berkata: “Wahai Muhammad  suruhlah umatmu melakukan bekam.” (HR Sunan Abu Daud, Ibnu Majah, Shahih Jami'us Shaghir 2/731)

 

Dari  Ibnu  ‘Abbas  RA,  Rasulullah  SAW  bersabda:  “Tidaklah  aku  berjalan   melewati segolongan  malaikat  pada  malam  aku  diisra’kan,  melainkan  mereka  semua  mengatakan kepadaku:  ‘Wahai  Muhammad,  engkau  harus  berbekam’.”  (Shahih  Sunan  Ibnu  Majah, Syaikh al-Albani (II/259))

 

Dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah aku melewati satu dari  langit-

langit  yang  ada  melainkan  para  malaikat  mengatakan:  ‘Hai  Muhammad,   perintahkan ummatmu untuk berbekam, karena sebaik-baik sarana yang kalian pergunakan untuk berobat adalah bekam, al-kist, dan syuniz semacam tumbuh-tumbuhan’.”  (Kitab Kasyful Astaar ‘an Zawaa-idil Bazar, karya al-Haitsami, III/388)

 

Dari Jabir al-Muqni RA, dia bercerita: “Aku tidak akan merasa sehat sehingga  berbekam, karena  sesungguhnya  aku  pernah  mendengar  Rasulullah  SAW  bersabda:  ‘Sesungguhnya pada bekam itu terdapat kesembuhan’.” (Shahih Ibnu Hibban (III/440))

 

Dari Anas RA, dia bercerita:  “Rasulullah  SAW bersabda:  ‘Jika terjadi panas  memuncak,

maka  netralkanlah  dengan  bekam  sehingga  tidak  terjadi  hipertensi  pada  salah  seorang diantara kalian yang akan membunuhnya’.”  (diriwayatkan  oleh al-Hakim  dalam kitab al- Mustadrak, dari Anas RA secara marfu’, beliau mensyahihkannya yang diakui pula oleh adz- Dzahabi (IV/212))

 


Taufan Adi Saputro
Taufan Adi Saputro i'm just ordinary people